Ini Yang Harus Istri Lakukan Jika Suami Terlalu Akrab Sama Teman Wanita


Ketika sudah menikah tentu kita harus bisa menjaga sikap dan menjaga perasana kita jangan sampai kita terlalu akrab dan dekat dengan lawan jenis.

Karena ada yang masih berhubungan baik bahkan sangat akrab padahal sudah meniliki istri dan suami. Seperti contoh dibawah ini.

Cerita seorang istri yang mengeluh karena melihat suaminya terlalu dekat dengan perempuan lain walai ia rekan kerjanya.

Ia menikah karena dijodohkan, awalnya ia memang bahagia apalagi sang suami adalah orang yang disegani akan tetapi pergaulan suminya membuat istrinya cemburu.

Tak lama kemudian, sang istri bergabung dengan perusahaan yang ditempati oleh suaminya, sehingga sang istri bisa melihat sang suami dengan sangat jelas.

Ia begitu akraba dengan rekan kerjanya yang perempuan tersebut. Bahkan tak jarang mereka berjalan berduaandengan asalan bekerja dan bersentuhan tangan menjadi hal yang biasa.

Setiap hari hanya dihiasi dengan cerita tentang dia, bahkan ketika mencari kontrakan baru pun sang suami mengajak rekan kerjanya tersebut.

Bahkan lebih aneh lagi sang suami sewot ketika rekan perempuannya tersebut berencana untuk menikah.

  1. Lantas apa yang sebaiknya dilakukan oleh sang istri?
  2. Apakah wajar mereka berduan, dosakah sebagai istri membiarkan?
  3. Bagaimanakah sebaiknya istri bersikap sebab sang suami kurang menerima saran istrinya?

Jawabannya adalah:

Jawaban Secara Syari’ah

Setalah ijab qabul, setiap suami memiliki tanggung jawab sepenuhnya atas istrinya dalam hal keberlangsungan rumah tangganya tersebut.

Suami maupun istri harus sama-sama ikhlas dalam membahagiakan pasangannya, juga dalam hal memberi waktu pasangan untuk bergaul dengan teman-temanya.

Jangan sampai kita mengekang bahkan tidak memperbolehkan pasangan kita pergi bergaul dengan teman-temannya.

Karena walau bagaimana pun manusia diciptakan dengan fitrah untuk bersosial dan saling mengenal juga bergaul dengan sesama. Sebagaimana Firman Allah SWT:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (QS. al-Hujuraat: 13)

Dengan adanya ayat ini kita bisa memahmi bahwa sangat penting bagi kita untuk menjalin hubungan baik dna menjaga komunikasi dengan catatan tetap mamtuhi batas-batas dan norma-norma agama islam.

Maka dari itu, sebagai istri sebaiknya melakukan pendekatan islam pada sang suami. Ajaklah suami untuk membahas tentang nilai-nilai silam.

Sering-seringlah pergi ke toko buku untuk membeli buku tentang keluarga yang sakinah serta adab bergaul terutama dengan lawan jenis.

Sebagai istri juga harus jujur dengan apa yang dirasakan tentang kedekatan sang suami dengan teman wanitanya tersebut.

Juga harus berteman dengan rekan kerja sang suami sehingga bisa mengetahui juga bisa mendukungnya untuk menikah.

Juga buat suami anda merasa percaya sepenuhnya kepada anda agar suami tidak merasa membutuhkan teman wanitanya tersebut.

Sebagai istri tentu tidak boleh membiarkan sang suami tetap melakukan hal buruk, apalagi tahu bahwa hal tersebut adalah dosa. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

Serta berdaoalah kepada Allah semoga sang suami mendapatkan hidayah. Serta doakan rekan kerja wanita tersebut mendapatkan jodoh yang saleh sehingga bisa menunutnya menjadi istri yang shaleh juga.

Teruslah berusaha, jangan pernah merasa putus ada menghadapi sikap suami yang demikian. Berusahalah terus untuk menyadarkan dengan kata-kata yang tidak meyinggung perasaan, semoga Allah membukakan pintu hatinya dan menerima saran anda.
“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka …” (QS. at-Tahrim: 6)

Jawaban Secara Psikologi

Menikah dalam waktu 6 bulan pertama adalah perikahan yang terbilang singkat. Sebab adaptasi untuk pernikahan niminal adalah 2 tahun. Dimana selama iu harus saling membuat kesepakatan serta berkomitmen untuk mematuhinya.

Contoh Kesepakatan:

  1. Terbuka dengan setiap masalah yang terjadi
  2. Jangan menutupi masalah apapun
  3. Saling menasehati dengan lembut sebagai bentuk kasih sayang
  4. Mengunjungi keluarga selama 2 pekan terakhir

Tentu kesepakatan ini dibuat seirinci mungkin sesuai dengan meningkatnya masa pernikahan dan juga problem yang dihadapi.

Jika kesepakatan sudah dibuat, maka jangan sungkan untuk menegur prilaku yang menyimpang. Juga sebagai istri jangan tersinggung ketika ditegur oleh sang suami.

Cobalah untuk saling terbuka dalam berkomunikasi sebab dengan cara inilah bisa menjalin hubungan yang bahagia dan harmonis.

Meski terbuka adalah hal yang wajib dilakukan namun kita harus tahu bagaimana cara berkomunikasi dengan baik ketika kita terbuka dengan pasangan kita.

Seperti pemilihan kata, waktu dan momen juga bahasa tubuh yang kita gunakan harus sesuai.