Kabar Baik di Tengah Virus Corona: 103.000 Pasien Sembuh di Seluruh Dunia.. Ini Buktinya..!!!

Di tengah dukacita dan kepedihan karena wabah virus corona yang saat ini sudah menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, bahkan di wilayah kita, Nusa Tenggara Timur, terselip sebuah kabar baik.

Berdasarkan laporan yang disajikan Universitas John Hopkins, sebagaimana dilansir Kompas.com lebih dari 103.000 orang, tepatnya 103.396, dinyatakan sembuh.

Di Korea Selatan, misalnya, grafik pasien sembuh karena virus corona meningkat pesat. Demikian juga Italia, negara dengan angka kematian akibat covid-19 tertinggi di dunia, selama dua hari beruntun melaporkan penurunan data korban meninggal.


Sementara berdasarkan data WHO per 24 Maret 2020, sebagaimana dikutip dari covid19.kemkes.go.id, total kasus positif global 332.930 kasus dengan 14.510 kematian di 186 negara terjangkit, termasuk Indonesia.

“Sedangkan di Indonesia, sejak 30 Desember 2019 sampai 23 Maret 2020 pukul 18.00 Wita, 686 kasus positif, 30 sembuh, dan 55 meninggal,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto di Jakarta, Selasa (24/3) sore.

Kabar dari Cina

Dari Negara Cina melaporkan bahwa lebih dari 70.000 pasien mengalami kesembuhan. Termasuk hampir 59.000 orang terjadi di Hubei, provinsi yang paling terdampak wabah.

Beijing mengklaim bahwa mereka bisa menghentikan penyebaran virus tersebut. Indikatornya, satu kasus domestik yang diumumkan pada Minggu (22/3/2020).

Klaim tersebut terjadi setelah Negeri "Panda" melontarkan serangkaian kebijakan ketat. Salah satunya adalah lockdown Wuhan, kota tempat di mana wabah terdeteksi.

Meski begitu, Cina melaporkan adanya kasus impor. Pada Minggu, mereka melaporkan 46 kasus, dengan 13 di antaranya terjadi di Ibu Kota Beijing.

Karena itu, guna mencegah gelombang kedua, pemerintah setempat mengalihkan penerbangan ke 12 bandara dan menerapkan pemeriksaan kesehatan bagi pendatang.

Kabar dari Korea Selatan

Negeri "Ginseng", Korea Selatan, yang menjadi klaster terbesar Asia (9.037 kasus), mengumumkan sepertiga pasien atau 3.507 orang dinyatakan sembuh.

Sementara pada Selasa (24/4/2020), Seoul hanya melaporkan 76 kasus harian, 14 hari beruntun mereka mengumumkan di bawah 100 infeksi.

Merujuk data dari Statista, Korea Selatan melakukan tes terhadap lebih dari 316.000 orang pada Minggu. Langkah itu menjadi titik penting mitigasi.

Yoon Tae-ho, Direktur Jenderal Kesehatan Korsel mengatakan bahwa pihaknya tidak menurunkan kewaspadaan meski angkanya terus menurun.

"Masih terdapat naik turun meski trennya berkurang. Prioritas kami adalah mencegah infeksi sporadis dan kasus berulang," kata Yoon.

Sejak Minggu, Seoul memberlakukan kebijakan social distancing selama 15 hari. Melarang kegiatan agama, olahraga, dan hiburan.

Dilaporkan juga bahwa mayoritas kasus virus corona yang ditemukan di Negeri "Ginseng" berasal dari kelompok keagamaan bernama Gereja Shincheonji.

Kabar dari Italia

Hingga saat ini, Italia sudah melaporkan 6.077 kasus meninggal, dan menjadi negara dengan korban meninggal tertinggi karena covid-19 di dunia.

Meski begitu seperti diberitakan Newsweek yang dikutip Kompas.com, Roma patut berbangga. Sebab saat ini, mereka sudah menyatakan 7.432 korban sudah pulih.

Selain itu, dalam dua hari berturut-turut, Roma mengumumkan penurunan dalam laporan kematian harian sejak Minggu pekan lalu. Begitu wabah tersebut menjangkiti negara tersebut pada Februari, Negeri "Pizza" menerapkan lockdown, dan dimulai dari kawasan utara yang notabene wilayah paling parah.

Di Vo, sebuah kota kecil di bagian Venezia, tes yang digelar berulang-ulang terhadap warganya membuat mereka tidak lagi mencatatkan kasus infeksi.*

Sumber Berita: flores.co.id