Emak-Emak Ini Protes Keras Menteri Nadiem: Mall Dibuka, Kenapa Sekolah Belum?

Kebijakan Pemerintah yang hingga kini membatasi aktivitas kegiatan belajar mengajar di berbagai jenjang pendidikan menuai banyak pro dan kontra. Masih tingginya angka kasus Covid-19 di Tanah Air menjadi alasan utama kebijakan yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.

Salah satu warga yang secara lantang mengajukan keberatannya atas kebijakan tersebut adalah Ratu Talisha. Warga Kota Medan ini mengeluhkan sulitnya belajar melalui sistem jarak jauh dengan menggunakan daring.

Berikut ulasan selengkapnya.


Dampingi Anak Belajar Daring

Dilansir dari laman Instagram manaberita, nampak seorang perempuan mengenakan kaos berwarna merah muda tengah mendampingi sang buah hati belajar melalui sambungan internet.

Pada saat itu juga, perempuan ini secara tegas menyampaikan keluhannya mengenai sistem belajar daring seperti yang ia lakukan saat ini bersama sang anak.

Sampaikan Protes

Sembari menemani sang anak belajar, ia membeberkan segala keluh kesahnya selama mendampingi sang anak sekolah melalui daring. Ia pun mengaku sudah pusing.

"Pusing lah ini daring daring ini. Apa ini Indonesia ini aneh-aneh aja. Mall udah dibuka, pemandian udah dibuka, rame di jalan hiruk-pikuk, sekolah tak boleh," ujarnya.

Mall Sudah Dibuka, Sekolah Belum
Merasa aneh lantaran berbagai tempat umum kini sudah diperbolehkan untuk melakukan kegiatan, ibu ini pun lantas memberikan solusi yang terbaik menurutnya.

"Sama aja, mall boleh dibuka masker rame-rame. Udah sekolah suruh gitu aja suruh pake masker nggak masalah anak-anak ya kan. Pusing daring-daring ini," ungkapnya.

Merasa Kesal

Dengan logat kental khas Medan, ibu ini pun nampak semakin kesal dalam menyampaikan protesnya. Ia kesal lantaran tetap harus mengeluarkan uang secara utuh sementara ia merasa pihak sekolah tak memberikan fasilitas yang cukup.


"Mamaknya yang belajar stres, uang sekolah harus full, buku harus dibayar semua, anak tak masuk, cuma masuk setengah jam terus habis tu pulang," terangnya.

Sebut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Tak hanya sampai di sana, ibu ini juga menyebut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang menaungi seluruh jenjang pendidikan di Tanah Air. Ia pun merasa tak tahu alasan Pemerintah masih tetap menerapkan kebijakan tersebut.

"Udah lah, sistem politik atau memang Menteri Pendidikan yang kurang smart atau kek mana nggak ngerti nggak paham lah ya," lanjutnya.

Keluhkan Masalah Teknologi

Menurutnya, sistem belajar yang menggunakan teknologi atau daring adalah salah satu kelemahan yang belum dapat diterapkan di Tanah Air. Seolah ia mewakili warga yang berada di kondisi yang tak seberuntung anak dan dirinya.

"Kalau orangtuanya cuma masak, nyambel, habis tu buka handphone nggak apa-apa lah buka handphone ngajari anaknya. Itu pun kalo ada handphone mamaknya, kalau nggak ada handphone mamaknya, mau kek mana belajarnya? Numpang handphone tetangga?," katanya sembari kesal.

Serangan Warganet

Video viral tersebut sontak mendapatkan banyak cibiran dari warganet. Tak sedikit pula yang mempertanyakan peran sang ibu selama ini.

"Ngajar itu bukan 100% tanggung jawab guru. Jangan kau kira bayar uang sekolah mahal-mahal anakmu otomatis pintar. Yaa kau ajari lah di rumah. Nampak kali kau pemalas,” tulis talita.ully.situmorang.

"Tergantung emaknya lah ya. Bukan cuma Indonesia yang kayak gini mak, dunia lagi kacau kena pandemic Covid-19. Kalau anak sekolah terus ada yang tertular covid, siapa yang akan kalian salahkan?," tulis jeedinar.

Klarifikasi Langsung

Mendapatkan banyak kritikan dari warganet, ia pun tak terima dan lantas memberikan klarifikasi mengenai pola asuh yang ia terapkan pada sang anak. Ia pun mengaku bahwa sang anak merupakan salah satu siswa yang berprestasi.

"Dengarkan ya ini klarifikasi tentang daring tadi, kalau kau bilang aku orang tua yang tak pernah dampingi anaknya, makanya giliran kayak gini kehebohan kewalahan, kau datangi Pangeran Antasari di Kota Medan ya. Tanya, mana yang namanya Siti Kholijah. Orangtuanya kek mana, anak saya dari TK sampe SD di situ terakhir semester genap ranking satu," ungkapnya.

Tangani Sendiri

Tak tanggung-tanggung, ia mengaku bahwa anaknya yang berprestasi tersebut merupakan hasil kerja keras dirinya selama ini dalam mengasuh sang buah hati tercinta.

"Dan dia dapet beasiswa. Dia tidak ada les-les, dia saya tangani sendiri. Dia paling disiplin, bisa cek sama wali kelasnya yang namanya Bu Elita, tanya bagaimana cara saya mengajari anak saya dalam segala hal," tegasnya.